LAPORAN
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK ( 2 )
MUHAJJRIN H
MUCLIS DAENG TIRO
ASTRIANA
NUR AEDA
MUH,FIQRA
AKADEMI
MANAJEMEN INFORMATIKADAN KOMPUTER
AMIK
YAPENNAS KENDARI
2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kita
ucapkan kehadirat Allah SWT Yang Maha Mendengar Lagi Maha Melihat dan atas
segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan karya tulis yang berbentuk makalah ini dengan judul “ Manajemen Bisnis
Pada Go-Jek” sesuai dengan waktu yang direncanakan. Shalawat serta salam semoga
senantiasa tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammaad SAW beserta seluruh keluarga
dan sahabatnya yang membantu perjuangan beliau dalam menegakkan Dinullah dimuka
bumi ini.
Dalam penulisan makalah
ini, tentunya banyak pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun
materil, oleh karena itu penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada
:
1.
Kedua Orang Tua kami, yang selalu
memberikan dukungan dan doanya yang terbaik.
2. Bapak Salehudin, ST, selaku direktur Amik
Yapennas Kendari.
3.
Andi
Iwan Yaser, A, S.si, selaku dosen pembimbing.
4.
Kepada semua sahabat dan teman-teman
satu angkatan yang penulis tidak sebutkan namanya satu persatu.
Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka saran dan kritik yang
konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi penyempurnaan makalah ini
selanjutnya.
Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi penulis dan pada pembaca pada
umumnya, semoga Allah SWT meridhoi dan dicatat sebagai ibadah disisi-Nya, Amin
ya rabbal Alamin.
Kendari,
23 April 2017
Penulis
HALAMAN
PERSETUJUAN
Nama
Penyusun : Kelompok ( 2 )
Nama
Anggota : 1. MUHAJJRIN H MUCLIS
DAENG TIRO
:
2. ASTRIANA
:
3. NUR AEDA
:
4. MUH FIQRA
Judul
Laporan :
MENAJEMEN BISNIS PADA GO-JEK
Dosen
Pembimbing : Andi Iwan Yaser, A, S.SI.
Kendari, 16 Mei 2017
Dosen
Pembimbing
Andi Iwan Yaser, A,S.SI
NIP :
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Manajemen
adalah cabang dari ilmu sosial. Semua ilmu dari cabang ilmu sosial pasti
mengalami perkembangan. Hal ini terjadi karena ilmu sosial bersifat dinamis
yaitu selalu mengikuti perkembangan zaman.
Ada
pendapat yang menyatakan bahwa hari ini tak kan ada tanpa ada masa lalu, maka
dari itu apapun yang ada di dunia ini pasti memiliki sejarah termasuk juga
manajemen. Sebelum kita mempelajari manajemen alangkah baiknya kita mempelajari
sejarah perkembangan manajemen agar kita lebih senang dalam mempelajari
manajemen.
1.1
RUMUSAN MASALAH
1.2.1 Apa
yang dimaksud manajemen ?
1.2.2 Bagaimana
sejarah manajemen ?
1.2.3 Bagaimana
Perkembangan awal manajemen ?
1.2.4 Bagaimana
peran sistem manajemen pada perusahaan gojek ?
1.2
TUJUAN MASALAH
1.3.1 untuk
mengetahui pengertian manajemen
1.3.2 untuk
mengetahui sejarah manajemen
1.3.3 untuk
mengetahui bagaimana perkembangan awal manajemen
1.3.4 untuk mengetahui apakah peran sistem
manajemen pada perusahaan gojek
BAB II
GAMBARAN
UMUM
1.1
Pengertian Manajemen
Kata Manajemen berasal
dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan
diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya,
mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara
efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan
perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara
benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
2.2
Sejarah
manajemen
Beberapa orang melihat sejarah manajemen (dengan definisi)
sebagai konseptualisasi modern yang terlambat (dalam hal modernitas yang
terlambat). Dalam istilah tersebut manajemen tidak memiliki sejarah pra-modern,
hanya merupakan pertanda. Beberapa orang lainnya, mendeteksi aktivitas
mirip-manajemen di masa pra-modern akhir. Perkembangan pemikiran manajemen pada
pedagang-pedagang Sumeria dan pembangun piramid Mesir yaitu para pemilik budak
selama berabad-abad menghadapi permasalahan eksploitasi/memotivasi
budak
yang bergantung namun terkadang suka melawan (memaksa otoritas), namun banyak
perusahaan pra-industri dengan skala mereka yang kecil, tidak merasa terdorong
untuk menghadapi permasalahan manajemen secara sistematis. namun, inovasi
seperti penyebaran sistem angka Hindu-Arab (abad ke-5 hingga ke-15) dan
kodifikasi kesekretariatan entri ganda (1494) menyediakan perangkat untuk
penilaian, perencanaan dan kendali manajemen.
Ø Abad 19
Pada
pertengahan abad 19, Robert Owen, Henry Poor,
dan M. Laughlin dan
lain-lain memperkenalkan elemen manusia dengan teori pelatihan, motivasi,struktur
organisasi dan kontrol pengembangan pekerja.
Ø Abad 20
Teori
pertama tentang manajemen yang lengkap muncul sekitar tahun 1920. Orang seperti Henry Fayoldan Alexander Church menjelaskan
beberapa cabang dalam manajemen dan hubungan satu sama lain.
H.
Dodge, Ronald Fisher, dan
Thorton C Fry memperkenalkan teknik statistika ke dalam manajemen. Pada
tahun 1940an, Patrick Blackettmengkombinasikan
teori statistika dengan teorimikroekonomi dan lahirlah ilmu riset operasi. Riset
operasi, sering dikenal dengan “Sains Manajemen”, mencoba pendekatan sains
untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi.
Mendekati
akhir abad 20, manajemen terdiri dari beberapa bidang terpisah, termasuk:
Ø Manajemen
operasi atau produksi
2.3
Perkembangan Awal Teori Manajemen
Ada dua
tokoh manajemen ,yang mengawali munculnya manajemen ilmiah, yang akan dibahas
disini, yaitu:Robert Owen dan Charles Babbage .
2.3.1 Robert Owen (
1771-1858)
Pada
permulaan tahun 1800 an Robert Owen, seorang manajer beberapa
pabrik pemintalan kapas di New Lanark Skotlandia. Menekankan
penting unsur manusia dalam produksi. Dia membuat perbaikan-perbaikan dalam
kondisi kerja, seperti pengurangan hari kerja standar,pembatasan anak-anak
dibawah umur yang bekerja, membagun perumahan yang lebih baik bagi
karayawan dan mengoperasikan toko perusahaan yang menjual barang barang
dengan murah.
2.3.2 Charles
Babbage (1792-1871 )
Charles
Babbge, seorang profesor matematika dari inggris, mencurahkan
banyak wktunya untuk membuat operasi-operasi pabrik menjadi lebih
efisien. Babbge adalah pengajur pertama prinsip pembagian
kerja melalui spesifikasinya.
2.4 Fungsi
manajemen
Fungsi
manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam
proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan
kegiatan untuk mencapai tujuan.
2.4.1 Perencanaan
(Planning)
Kegiatan
seorang manajer adalah menyusun rencana. Menyusun rencana berarti memikirkan
apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Agar dapat membuat rencana
secara teratur dan logis, sebelumnya harus ada keputusan terlebih dahulu
sebagai petunjuk langkah-langkah selanjutnya.
2.4.2 Pengorganisian
(Organizing)
Pengorganisasian
atau organizingberarti menciptakan suatu struktur dengan
bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan
antarbagian-bagian satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan
keseluruhan struktur tersebut.
Pengorganisasian
bertujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih
kecil. Selain itu, mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan
menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah
dibagi-bagi tersebut.
2.4.3 Menggerakkan
(Actuating)
Menggerakkan
atau Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota
kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial
dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah
menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh
kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara
efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).
2.4.4 Pengawasan
(Controling)
Pengawasan
merupakan tindakan seorang manajer untuk menilai dan mengendalikan jalannya
suatu kegiatan yang mengarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
2.5 Sarana
Manajemen
Untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Toolsmen,
money, materials, machines, method, dan markets. merupakan syarat suatu
usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M,
yaitu
2.5.1 Man (SDM)
Dalam
manajemen, faktor manusiaadalah
yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang
melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses
kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu,
manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai
tujuan.
2.5.2 Money (uang)
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat
diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya
hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh
karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai
tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan
berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji
tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil
yang akan dicapai dari suatu organisasi.
2.5.3 Materials (bahan)
Materi
terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam
dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli
dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah
satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi
tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
2.5.4 Machines (mesin)
Dalam
kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau
menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
2.5.5 Methods (metode)
Dalam
pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan
memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai
penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai
pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan
penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode
baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai
pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama
dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
2.5.6 Market (pasar)
Memasarkan
produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi
tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja
tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam
perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus
sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
2.6 Aspek Yang Perlu Di Perhatikan Dalam
Memulai Usaha
Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang
mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang
membuat orang urung memulainya. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah
satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam
memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga
dapat menjalaninya dengan optimistis.
Dalam seminar Gerald Abraham, salah seorang penasehat
bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan
keuangan di tahun 2006, mengemukakan tentang menjadi sukses dengan memahami 9
aspek penting sebelum memulai usaha.
2.6.1
Memahami Konsep Produk Atau Jasa Secara Baik.
memulai
suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk
atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara
teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek, mulai dari lingkungan terkecil
hingga lingkungan yang terbesar. Dalam poin ini sebaiknya juga dimasukkan secara
menyeluruh mengenai aspek-aspek penting dalam melakukan analisa atas kelayakan
dan prospek produk, termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat
sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lain sebagainya.
2.6.2 Membuat Visi Dan Misi Bisnis.
Setiap orang yang berencana memulai bisnis harus
mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan untuk tetap fokus kepada
organisasi dan tujuan bisnis sejak awal. Seringkali suatu usaha pada tahap
perkembangan berikutnya mengalami kegagalan, karena organisasi tersebut tidak
memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak
mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam poin ini setiap orang
akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang
pribadi dan pengetahuan usaha yang akan dirintis.
2.6.3 Perlunya Winning, Positive Danlearning
Attitude Untuk
Menjadi
Sukses.
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha,
selain daripada pemahaman usaha itu sendiri. ‘there is no over night success‘
adalah sesuatu yang harus dicamkan dari setiap calon “entrepreneur”. Karena
dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambungan,
dan melihat permasalahan secara positif agar tidak membuat jadi patah semangat
dalam melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan. Kita harus
belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas jika ingin menjadi
“entrepreneur” yang sukses.
2.6.4 Membuat Perencanaan Dan Strategi Bisnis Yang
Efektif Akan Menghindari Usaha Dari Risiko Bisnis Dan Keuangan.
Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan
menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan
bisnis yang dibuat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi
produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya serta aspek lainnya dalam
perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau
praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan, proyeksi
pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon
pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal
kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi
secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia
dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan
tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon
“entrepreneur” untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen
dan keuangan, serta membuat langkah-langkah pengendalian yang dapat menghindari
setiap resiko tersebut.
2.6.5 Pengetahuan Dasar Manajemen, Organisasi Dan
Sistem Akan Menghindari Usaha Dari Risiko Manajemen.
Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan
manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan
penjualan agar berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan
mengakibatkan adanya :
·
Biaya yang tidak perlu seperti bahan baku
yang terbuang.
·
Pekerja yang tidak produktif karena
pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas.
·
Koordinasi dan komunikasi antar pegawai
yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat.
·
Perekrutan pegawai yang tidak efektif
sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu serta
biaya.
·
Pelatihan yang tidak baik sehingga
produktivitas pegawai yang rendah.
·
Dan masih banyak lagi permasalahan
organisasi.
Dalam poin ini kita harus mempelajari pengetahuan dasar
dan aspek-aspek penting yang harus dimiliki oleh calon “entrepreneur” untuk
menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.
2.6.6 Optimalisasi Sumber Daya Manusia Maka 50%
Usaha Sudah Berhasil.
Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci
keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya
untuk memulai usaha diharuskan merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi
sangat baik agar dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam
jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk
menjadi sukses. Poin ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai
yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum, sistem
penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas, serta
termasuk juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun
dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.
2.6.7 Mengapa Kreativitas, Kepemimpinan Dan Proses
Pembuatan Keputusan Sangat Penting?
Dalam memulai usaha, umumnya setiap calon “entrepreneur”
akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena
kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat dalam
mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti ‘thinking outbox‘ atau
kemampuan melakukan analisa permasalahan diluar pemahaman yang sudah ada dan
mencari alternatif solusi yang kreatif untuk membantu usaha agar berhasil.
Kreativitas juga akan sangat membantu untuk menyesuaikan produk-produk agar
dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun
usaha. Kepemimpinan sangat penting dalam menghadapi suaru krisis. Mmembuat
setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha menjadi percaya
bahwasanya kita tidak panik, menjadi tempat last resort solusi
atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses pembuatan keputusan akan
membantu kita dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk
usaha dan organisasi. Dalam poin ini kita akan mendapatkan cara-cara
mengembangkan kreativitas usaha, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar
belakang pribadi dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam
setiap permasalahan.
2.6.8 Pengetahuan Dasar Pengelolaan Keuangan Dan
Pembiayaan.
Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam
perkembangan usaha. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan
yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat
produksi dan lainnya. Dalam poin ini akan diketahui pengetahuan dasar atascash
flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya
pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset
perusahaan, penyertaan modal dan lain sebagainya.
2.6.9 Pemasaran, Pelayanan Dan Product Brand.
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan
produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka
akan sangat sukar untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan usaha. Di lain
pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu
usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal sebagai kunci pengeembangan usaha.
Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena
pelayanan yang baik akan menciptakanproduct brand yang baik kepada
calon pelanggan baru. Dalam poin ini akan didapatkan semua aspek penting dalam
membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan
dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan
usaha.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Sistem
Informasi Pada Perusahaan GOJEK
PT.
Gojek Indonesia (Go-jek), pertama kali didirikan oleh Nadiem Makarim pada tahun
2010. Go-Jek adalah perusahaan berjiwa sosial yang memimpin revolusi industri transportasi
Ojek. Go-Jek bermitra dengan para pengendara Ojek berpengalaman di Jakarta,
Bandung, Bali & Surabaya dan menjadi solusi utama dalam pengiriman barang, pesan
antar makanan, berbelanja dan berpergian di tengah kemacetan. Tukang ojek yang bernaung
di GoJek juga sudah mencapai 7.500 driver di area Jabodetabek saja.
Dengan perkembangannya yang pesat ini, kabarnya Go-Jek telah menuai prestasi
sebagai Juara 1 dalam kompetisi bisnis Gobal Entrepreneurship, Program
Indonesia (GEPI) di Bali.
Selain itu, Go-Jek telah memperoleh berbagai
penghargaan dari komunitas bisnis maupun sosial. Di situs resminya disebutkan
Go-Jek memberikan layanan jasa kurir (90 minute delivery anywhere in the
city), Jasa transportasi (transparent pricing, free shower cap and masker),
Jasa delivery makanan (delivering your favorite food under 60 minutes in Jabodetabek)
dan Jasa belanja dengan nominal dibawah 1 juta rupiah (shop for food, ticket,
medicine, anything under RP 1.000.000. we`ll pay for it first). Go-Jek dapat dipesan
melalui Go-Jek App yang bisa diunduh melalui Play Store maupun App store.
Dalam waktu 1 bulan aplikasi ini sudah
berhasil mencapai 150 ribu download, dengan rating 4,4 dari 5 bintang. Untuk
pembayarannya pun memiliki 2 cara yaitu cash atau menggunakan Go-Jek Credit.
Go-Jek Credit adalah metode pembayaran GO-Jek yang dibuat cashless dan dapat
digunakan untuk membayar semua layanan.
Go-Jek mempunyai beberapa pelayanan yaitu :
1. Instant Courier
Instant Courier atau jasa pengiriman
barang, Go-Jek bisa dimanfaatkan sebagai pengiriman barang secara
"real time". Biaya yang dibayar tentu saja sesuai dengan jarak tempuh
yang secara otomatis sudah tertera di aplikasi. Baik dokumen maupun barang bisa
diantar. Dengan catatan untuk barang yang akan dikirimkan tidak boleh melebihi dari
pada jarak stang motor dan tinggi pengemudi.
2. Transport
Transport atau jasa transportasi, sesuai
dengan namanya Go-Jek dimanfaatkan sebagai media transportasi khususnya
diwaktu macet dan disaat kesulitan mencari transportasi publik.Kelebihan
pada Go-Jek adalah pada awal pemesanan kita menentukan dimana keberadaan calon
penumpang dan mementukan tujuan, dan seketika aplikasi memberikan konfirmasi
harga yang harus dibayar oleh calon penumpang.
3. Food Delivery
Food Delivery atau jasa pengiriman makanan,
dengan layanan ini kita bisa order makanan di restoran favorit kita tanpa harus
pergi kesana. Tinggal order lalu beritahu saja di aplikasi restoran yang kita
maksud dan menu apa saja yang ingin kita order. Bahkan didalam layanan
ini sudah ada jenis-jenis makanan yang direkomendasikan sehingga
memudahkan.
Jadi intinya PT.Go-Jek indonesia menggunakan
sistem ,yaitu sistem informasi dan E-Commerce untuk membantu jalanya perusahaan
mereka yang mana bergerak dalam bidang teransportasi, perbelanjaan,yang mana
semua di lakukan dengan online.
3.2 Sistem Informasi untuk Operasi Bisnis
3.2.1 Transaction Processing Systems
Transaction
processing systems(TPS) mencatat dan memproses data hasil dari transaksi
bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan. TPS
menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun
eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan,
kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak dan rekening keuangan. TPS
juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih
lanjut oleh sistem informasi.
Sistem
pembayaran Gojek masuk ke dalam Transaction Processing System, dimana sistem
informasi berfungsi sebagai pengatur alur keluar masuknya transaksi yang
terjadi di gojek. Transaksi disini termasuk dalam kalkulasi biaya perjalanan,
penambahan gojek kredit apa bila pelanggan menambah jumlah depositnya dan juga
pengurangan jumlah kredit karena digunakan untuk membayar layanan Gojek.
Book
order juga termasuk TPS, didalamnya terdapat pengumpulan informasi dari user
seperti penentuan lokasi awal dan tujun, dan form lainnya.
3.2.2 Process Control Systems
Process
control system (PCS) merupakan karakteristik dari sistem informasi yang menjaga
proses kegiatan bisnis. Kegiatan bisnis yang berjalan harus seusai prosedur dan
harus sesuai dengan langkah – langkah yang telah ditetapkan dari awal. Semua proses
pemesanan / booking merupakan bagian dari sistem informasi dimana langkah yang
dilakukan bertahap sesuai dengan SOP yang telah ditentukan. Ini merupakan
fungsi dari Process control system.
3.2.3
Enterprise
Collaboration System
Enterprise
collaboration systems (ECS) adalah sistem informasi lintas fungsional untuk
meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi diantara anggota dari
operasi bisnis. Sistem ini juga digunakan untuk keperluan koordinasi dan
pertukaran informasi di internal perusahaan maupun dengan costumer. Untuk
memudahkan koordinasi dan pertukaran informasi pada internal perusahaan, Gojek
menghubungkan seluruh cabang di berbagai daerah kedalam suatu jaringan.
Sedangkan untuk menciptakan kenyamanan costumer sendiri, Gojek memberikan informasi
mengenai driver atau suksesor layanan lainya, baik nama, foto, begitu pula
sebaliknya, driver megetahui nama serta no HP costumer, sehingga costumer dan
driver bisa berkomunikasi secara langsung.
3.3
Sistem Informasi Untuk Pengambilan
Keputusan Manajemen
3.3.1
Management
Information Systems
Management
information systems (MIS) menyediakan laporan informasi
bagi pihak manajemen. MIS dihasilkan dari data yang dihimpun
dari operasi bisnis. MIS menyajikan informasi yang detail dan rangkuman
informasi pilihan. MIS berguna untuk efisiensi operasional. Laporan data,
Monitoring layanan dan Customer relationship management, adalah bentuk sistem
informasi pada Go-Jek yang memudahkan pihak manajemen mendapatkan data khusus,
misal statistik dan data pemesanan dan transaksi dari user, ataupun kinerja
dari driver atau suksesor layanan lainnya.
3.3.2 Decision Support Systems
Decision
support systems (DSS) merupakan langkah selanjutnya dari MIS dan TPS. DSS
adalah sistem informasi yang menggunakan model keputusan dan data khusus untuk
membantu proses pengambilan keputusan bagi manajemen. Gunanya untuk mendukung
pihak manajemen untuk memecahkan masalah tertentu dengan tepat. Data khusus
dalam sistem informasi yang didapat dari pengumpulan data sebelumnya menjadi
acuan manajer Go-Jek sebagai bahan keputusan untuk memusatkan atau mengekspansi
usaha, penentuan dan rekruitmen driver atau suksesor layanan baru, serta
pengembangan layanan.
3.3.3 Executive Information Systems
Executive
information systems (EIS) adalah tipe sistem informasi yang sesuai untuk
kebutuhan informasi bagi manajemen eksekutif. Tujuannya menyediakan dengan
akses yang mudah dan cepat, tentang informasi selektif faktor-faktor kunci
dalam menjalankan tujuan strategis perusahaan bagi manajemen eksekutif. Kemudian
memberikan kebijakan perusahaan secara umum atau kebijakan yang diperuntukan
pada level di bawah, yang kemudian akan di terjemahkan lebih spesifik oleh
level di bawahnya dalam sistem informasi.
Dalam
EIS, eksekutif Go-Jek memanfaatkan sistem informasi untuk menentukan kebijakan
bagi peningkatan keseluruhan perusahaan, seperti Penawaran Saham Perdana atau
IPO agar potensi pertumbuhan lebih cepat, menjalin kerjasama dengan perusahaan
lainnya,serta menganalisa kompetitor dan membuat kebijakan agar dapat bersaing.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Kesimpulanya
yaitu memang saat ini usaha gojek sangat banyak di gemari oleh warga, ada juga
bermula dari ojek biasa hingga ahirnya memutuskan untuk membuka usaha gojek
bisnis. Bisnis gojek adalah bisnis yang menjanjikan,karena itu dengan menjadi penusaha gojek kita bisa meraikeuntungan yang tinggi sangat banyak. Tetapi bisnis
gojek yang beresik besar karena g jek beda dari bisnis yang lain.
Namun jika anda yakin pangsa pasarnya yang bagus, maka bisnis gojek akan
memberikan ke untungan banyak atau berlipat ganda. Persiapan pertama memulai
bisnis apa sja, termaksut gojek adalah
mempersiapkan mental untuk menghadapi tantangan jalan ketekutan
keraguan akan ke gagalan. Setelah langka npertama ini, kini menyangkut
masalaah operasional dari rencana usah anda. Masalah-masalah teknis yang
menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu disiapkan rapi.
4.2 Saran
pengembangan usaha
Saran dari penulis yaitu dalam berbisnis
apapun kita harus mempunyai kreatifitas yang tinggi, sehingga para konsumen tdk
bosan atau tertarik menaiki motr anda dalam berbisnis gojek kita harus
mempunyai konsep untuk mearik para konsumen,
sehingga banyk konsumen yg mau menaiki mtr anda atau gojek sehingga
banyak orang mau gojek dan dan kita juga harus memerhatikan lkasi tempat usaha, sebaiknya lokasi
berbisnis harus strategis sehingga
banyak knsumen yang berdatangan, dan juga kita harus mengingat bahwa pelanggan
adalah raja sehingga kita harus ramah kepada pelanggan atau di setiap pelanggan
datang. Ketika ingin melakukan sebuah usaha. Satu hal yang apling penting, jgan
perna takut akan ke gagalan. Tidak ada caranya mencoba, karena gegagalan awal
dari ke suksesan.
DAFTAR
PUSTAKA
http//go-jek-indnesia-malang.blogsport.c0.id/proposal-usaha
html
http;//blog
ryanmitaggara.com/go-jek-yang-dicari-yang-dicaci/
http;//www.slideshare.net/jelitawidiastuti-pran-sistem-operasi-manajemen-pada-gojek
http;//www.gojek.com/faq.php